Senin, 16 Mei 2011

RAN pt.2



fyi, i like Asta so much:** whoaa, i was so excited back then.heuheuheu





















RAN concert @solotion


I'm not a fan of RAN. but i like some of their songs cause it was easy listening. and in May 15th, i had the chance to meet them in a concert presented by SMA N 1 Surakarta (my school). im so happy that i could die (over me,AGAAINNN). so, let me show you some pictures of them:





















Minggu, 24 April 2011

SEPEDA a.k.a BICYCLE



black: INDONESIAN.
red : ENGLISH.

hai semuanyaa~ kali ini saya akan memposting ttg sepeda. baru2 ini saya berkunjung ke toko sepeda yang sangat aduhai sekali sepedanya. harganya yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal.

hi everybody~ now i will post about bicycle. recently, i was went to a bicycle shop that have sooo awesome bicycle. the cost it offered not too expensive.

CHECK THIIS, MY FRIEEND:


lihat deeeh, yang putih lucu bangeet! aa...pingin, harganya kalo gak salah 3 jutaan.ohya, ini bukan fixie lho. tapi sama warna warninya *(ininih yg bikin gue kepincuut)

see, the white one is sooo cute! aaa...i want,it cost about 3million rupiahs.ohyeah, this bicycle isn't fixie. but it the same colorful as fixie *(this part made me like it soo much)

abangku suka banget sama sepeda coklat ini! tapi menurutku ini biasa aja (warnanya :*)
my brother really likes this brownie! but i think its too usual (the color :*)

THE WHITEEEEE ONEEE!!
*SO EXCITED*


kebanyakan di toko ini sepeda lipat nih..padahal aku nyarinya sepeda keranjangan :'(

lotta fold bicycle here..besides, i was looking for a bicycle with a basket :'(

finally!! those fixies. the blue (right) cost about 2million rupiahs. and the white one (left) cost about 5 million rupiahs.
*zoom the white one* wow! it looks so great, isn't it? yeah..no wonder it was more expensive than the blue. check its velg:

this velg!! it made this white fixie expensive!!
*graawr*


more fixies buddy~~

this is a bike, but i dunno what must i called it in a proper name--''


the bicycle that my small brother wanted-__-''

this shop sure has lots unique bicycles. uuh, i feel like im going to buy them all if i have lots money!! muahahaha.

sincerely,
Nadira As'ad






Senin, 18 April 2011

my STYLISH litle sister --''


I have no litle sister, i only have a big sister. and, litle sister here is my niece. hohoho. my litle sister is almost 2 years old. in May, she will have her bdays. once, she was went to my house, so that i played her as i played with my doll.haha.
She's so cute :3 but, sadly, she was afraid of me. hmm, when i thought bout it, maybe it was becoz of my "behel" or brace. huwaa *lebay*




YIHAAA, this is my LITLE SISTER~ her name is Hilda. (actually, i dunno what is her complete name, LOL).i lent her my sun glasses. it's abonus from GoGirl! magazine that my BIG sister usually bought it every month.


Taraaa! she used it! she used it! ooh, she's so sphisticated litle sister. huahahaha. awesomely, her hair was so messy ( its accidentally, cause i forgot to comb it)

and...she began to walk. and i followed her to took some pics of her:)) booyaaa, there was her shadow in the floor!! *so what,ir?*

SHE walked as she were model. take a look at her expression, soooo calmly but catchy.

whoaa, and i like this photo the most!!
she was so cool!!

@ROCKIN CITY, SURAKARTA



Nadira As'ad, with lots love here<3

Minggu, 17 April 2011

A Special Night With Tompi, Glenn, and Sandhy Sondoro

in a rainy Sunday night, 10 April 2011, @ Sritex Arena would held a concert of Tompi, Glenn, and Sandhy Sondoro. and, I WATCHED THEEEM!! woooow!
on the top of my post, was my ticket and Nadia's ticket.
we pnly could buy the bronze because we were broke T,T we bought these tickets by our money. not our parents money.hohohoo *proud*

well, and this was when Tompi said to the audience "Where's ur phone, everybodeeh? come on, show me the screen!!" and all the audience picked their phone and raised it high. Sritex arena was like full of stars. soooo beautiful!! i never watched it like this before.

after that, tompi began to sing again...

and...surprisingly he was walking to the audience with the ticket of platinum (of course, the nearest audience's seat was there!!) oh, im so jealous :'(

TADAAAA~~ glenn came from the back and cut tompi's song.all audience was surprise and happy to hear his voice. so clear and smooth~~even glenn was read a poem by him that javanese.his accent was so sulawesi. wahahaha, his javanese prononciation really made us laugh loud!!

after glenn performance, sandhy sondoro sang. his my favourite idol in this concert (even i was thought that tompi's voice was the best out of them, but im still a big fan of you, sandhy!!) he sang "malam biru" and the audience was invited to sang along him.so we sang loouud,
note: his voice was sexy!

then, the three of them began to came at the stage again and chit chat about all things tht booming in this country. from fund of DPR's building (though tht this building was unecessary coz the DPR never did anything for the country sakes), a lipsync singer (tompi said: "why need to lipsync? as long as we have voice, gitu looh")


wohaaa, thats it.my post~~ unyuyuyuyuyuuuuuu

Sabtu, 05 Maret 2011

FUTSAL BERDARAH

Sabtu, 05 Maret 2011

Hari ini saya mengalami pengalaman yang amat bombastis fantastis dan agak absurd. Dari yang awalnya saya terbangun pada pukul 07.00 karena pada hari sebelumnya yaitu hari Jum’at saya baru tidur jam 00.30 pagi ini, mama saya menyuruh saya makan nasi liwet. Kemudian pada pukul 08.30-10.00 saya habiskan untuk ngenet hingga akhirnya sepupu dari mama saya datang. Ya, sampai jam ini saya belum punya pengalaman absurd.

Hingga akhirnya waktu berlalu dan menunjukkan pukul 13.00 WIB dan pada jam itu saya sudah janji akan menonton futsal dengan teman-teman SIANIDA yang konon kami janjian di sebuah tempat futsal di daerah Manahan. Saya mengulur waktu ½ jam untuk ke sana. Jadi, saya berangkat ke sana pukul 13.30 lah kira-kira. Ini semua gara-gara adik saya yang ingin ikutan dan minta ditunggu padahal dirinya sedang main FIFA di PS 2 nya. Bermodalkan sebuah tas berisi tisu, dompet, air minum, flashdisk, dan kamera saya gowes dari rumah saya yang terletak di daerah Laweyan menuju Manahan. Karena takut khawatir pertandingan futsal akan berakhir sebelum saya sampai tujuan, saya kayuh sepeda saya dengan ngebuuuut sekali. Adik sayapun mengikuti saya di belakang.

Sampailah saya di daerah Manahan. Dan...ini aneh, saya mendadak lupa di mana sesungguhnya tempat futsal tersebut berada. Akhirnya saya luruuus terus. Saya berpikir untuk menelpon teman saya. Sial, hp saya mati-mati mlulu. Hingga akhirnya saya mendapat semacam pencerahan karena ada mas-mas memakai baju bola masuk ke gang kecil. AHA! ITU DIA TEMPATNYA!! Saya yang merasa ingatan saya kembali langsung ngebut ke sana.

Sudah ada beberapa teman SIANIDA saya di sana. Poppy, Hani, Danny, Zaky, Lepek, Ujik, dan cowok paling unyu di kelas saya, Kholif. Karena cowok yang datanga ke tempat futsalan ngepas cuma ada 5, merekapun bermain ters-menerus tanpa adanya pemain pengganti. Keringat bercucuran. Kelimaan racun-racun SIANIDA sedang berjuang melawan pasukan XI IS 3. Ketika saya datang, keadaan sudah 07 sama. 5 menit...7 menit...10 menit...DUAAAR!! saya mendengar suatu bunyi aneh. Saya menoleh ke dalam lapangan dan mendapati pemandangan Ujik yang tagannya berlumuran darah. Seisi tempat futsalan tersebut bingung (kecuali masnya yang jaga tempat futsal). Darah Ujik terus keluar dengan derasnya dari dagunya hingga ketika ia keluar saya sodorkan tisu saya barang sedikit yang penting bermanfaat J

“Ir, ira, gimana dong itu si Ujik dagunya berdarahnya banyak banget,” kata Hani khawatir.

“Yaudah, cari betadine aja yuk. Pake sepeda (onthel) ngebut.”

“Oke.”

Kami benar-benar mengebut. Mencari betadine di kios-kios kecil hingga akhirnya sampailah kita ke sebuah toko yang bernama “SAMI KATE”. Saya dan Hani langsung bertanya pada waitress di mana letak kasa, betadine, dan kapas. Tapi berhubung saya agak takut ketika membayar (maklum, lagi bokek) akhirnya saya berkata sesuatu.

“Han...mmm...ntar bayarnya bagi dua ya.”

“Iya,iya. Tapi pake uangmu dulu ntar tak ijoli.”

“Eh, aku tahu, mendingan ini buat kelas aja.”

“Iya juga. Biar kalo futsal bawa beginian mulu. Kan bisa jadi P3K. Notanya mbok simpen ya, Ir.”

“Iya.”

Oh iya hampir lupa, pas di bagian kapas, kita berdua sepakat mencari kapas yang harganya paling murah lhoo *bangga*.

Lanjut ke inti permasalahan, saya dan Hani ngebut lagi dari toko ke futsalan. Anehnya, ketika perjalanan kembali ke futsalan, kami bertemu Danny dan Kholif yang tampak kesusu sekali. Bahkan ketika kami bertanya mau ke mana tidak ada jawaban. Kamipun lanjut ke tempat futsalan.

“Han..gimana ini, mereka pada mau ke mana?”

“Gak tau. Kayaknya mau ke puskesmas terdekat.”

“Yaah, berarti yang kita beliin ini sia-sia dong.”

“Enggak, kan bisa buat besok-besok.”

“Eh, liat nih, si Ujik ninggalin kita tisu penuh darah (foto tisu di atas). Kalo si Zaky ma Lepek ninggalin tas mereka,” kata Poppy nimbrung.

Karena galau, kami bertiga tetap di futsalan dengan menggosipkan apa-yang-benar-benar-terjadi-pada-Ujik. Hingga akhirnya Zaky dan Lepek muncul untuk memanggil tas mereka.

“Pek, Ujik mbok bawa ke mana?”

“Ke PKU Muhammadiyah.”

“Yang depan apa yang belakang?”

“Pokoknya yang ada UGDnya aja.”

Yah... nasib, saya mengonthel sendiri. Akhirnya saya memutuskan mengikuti jejak mereka menuju ke PKU yang konon jauh sekali dari Manahan kalau naik sepeda. Dan.. lagi-lagi saya ngebut. Ini benar-benar gila. Manahan itu ujung barat, PKU itu ujung Timur. Ini artinya saya ngonthel dari ujung ke ujung. Huaaah~ capeeknya. Tapi tak apalah, demi teman saya, lagian yang lain juga pada ikut.

Pas sampai di sana, saya tidak melihat teman-teman saya. Saya kira mereka sudah masuk ke ruang UGD. Ealah, ndilalah mereka masih di parkiran. Ternyata saya tiba sejenak setelah mereka tiba di sini.

“Wow! Ira hebat, mesti ngayuhnya sambil sprint ya. Cepet banget nyampeknya.”

“Haha, aku ngebut sih sampe sini. Takut ndak selak ujan.

Ketika masuk di IGD (ceritanya ternyata bukan di UGD, tapi IGD kalau masalah begituan) saya kaget sekali bertemu om saya yang ternyata praktek di PKU. Maklum, saya tidak tahu kalau dirinya praktek di sana. Hanya tahu sebatas dirinya itu dokter. Hehe.

Yah, pada akhirnya Ujik dijahit dagunya. Pas dia mau minum aja kesusahan. Kayaknya tersiksa banget. Tapi, mau gimana lagi. Duatu ketidaksengajaan akan berujung ke ketidaksengajaan lainnya. Kita harus mengantisipasi dari hal terbaik yang akan terjadi dan hal terburuk yang akan terjadi. Biarlah futsal kami, para racun-racun SIANIDA kali ini menjadi pelajaran berharga agar selalu hati-hati dan membawa kotak P3K ke mana-mana.

Sincerely,

Nadira As’ad